TUGAS INTERNET DAN JARINGAN

NAMA : HERTANIA SETIANI
NPM : 40209347
KELAS : 3DA05
MATA KULIAH: Internet & Jaringan Komputer **
DOSEN : M. Achsan Isa Al Anshori
 
 
1. Internet pada awalnya disebut dengan …..
a. Intranet                                                           c. ARPAnet
b. Network                                                         d. Computer Network
 
2. Berikut ini merupakan kelebihan internet, kecuali ……
a. Sumber informasi yang tidak terbatas
b. Dapat mengirimkan informasi dengan cepat
c. Sarana komunikasi yang murah
d. Biaya aksesnya mahal
 
3. Aplikasi internet yang digunakan untuk mengirim-kan surat dalam bentuk elektronik disebut ……..
a. Email
b. Ghoper
c. WWW
d. Telnet
 
4. Aplikasi internet yang memungkinkan pengambilan file dengan cepat adalah ……..
a. WWW
b. Milis
c. Newsgroup
d. FTP
 
5. Aplikasi di bawah ini dapat kita manfaatkan untuk berdiskusi, kecuali …..
a. milis
b. Newsgroup
c. Chatting
d. FTP
 
6. Sinyal Wifi masih dapat ditangkap dengan radius…….dari titik akses
a. 100 m
b. 150 m
c. 1 km
d. 5 km
 
7. Perangkat berikut terdapat pada sebuah hotspot Wifi, kecuali …..
a. WiFi Card
b. Access Point
c. Access Controller
d. Internet Link
 
8. Berikut ini benar tentang GPRS, kecuali ……
a. Akses data sampai pada kecepatan 115 kbps
b. Akses internet tanpa kabel
c. Tarif dibayar per bulan tanpa didasarkan besarnya penggunaan
d. Kita harus memiliki handphone untuk dapat mengakses internet
 
9. Jaringan yang dapat mencakup sebuah negara disebut ……….
a. LAN                                                                  c. WAN
b. MAN                                                                d. Internet
 
10. Berikut ini merupakan manfaat dari jaringan komputer, keculai …..
a. dapat berbagi sumber daya
b. dapat menggunakan data bersama-sama
c. mempunyai keandalan yang lebih tinggi
d. Kita dapat mengakses data orang lain tanpa diketahui
 
11. Berikut ini yang merupakan kelebihan modem internal adalah….
a. mudah dipasang
b. harganya lebih murah
c. kecepatan aksesnya lebih tinggi
d. banyak merek pilihan
 
12. Berikut ini yang merupakan kelebihan modem eksternal adalah …..
a. mudah dipasang
b. harganya murah
c. kecepatan aksesnya lebih tinggi
d. mereknya terkenal
 
13. Port yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan modem eksternal adalah ……
a. COM1
b. COM3
c. USB
d. Dipasang di mainboard komputer
 
14. Perangkat lunak berikut digunakan sebagai browser adalah …..
a. Windows XP                                                  c. Microsoft Outlook
b. mIRC                                                                d. Internet Explorer
 
15. Ciri-ciri ISP yang akan kita pilih di bawah ini, kecuali ……….
a. memiliki backbone sendiri
b. akses yang cepat
c. memiliki proxy
d. biaya langganan yang mahal
 
16. Fitur dari sebuah ISP yang berhubungan dengan keamanan data adalah ….
a. backbone sendiri                                         c. memiliki firewall
b. memiliki bandwidth yang besar            d. memiliki server proxy
 
17. Berikut ini yang mempengaruhi kecepatan akses sebuah ISP, kecuali ……
a. bandwidth yang lebar
b. memiliki teknologi kompresi data
c. memiliki server proxy
d. memberikan layanan account email yang besar
 
18. Berikut ini yang kita masukkan pada saat mensetting koneksi ke ISP, kecuali …..
a. nomor IP Address komputer kita
b. user name
c. password
d. nomor akses ISP
 
19. Pilihan yang harus kita buat untuk menambahkan shortcut koneksi ke ISP di dekstop adalah…..
a. Add a shortcut to this connection to my dekstop
b. Make this the default connection
c. Save this user name and password for the following users
d. Create a shortcut in dekstop
 
20. Nama wizard yang digunakn untuk membuat koneksi ke sebuah ISP adalah …….
a. Add new hardware wizard
b. Found new hardware wizard
c. New connection wizard
d. Update connection wizard
 
21. Kode yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web disebut ……
a. HTML
b. HTTP
c. WWW
d. URL
 
22. Tombol di toolbar browser yang digunakan untuk menampilkan website yang berhubungan dengan multimedia adalah …..
a. media                                              c. favorites
b. history                                             d. home
 
23. Bagian jendela browser yang berfungsi untuk menampilkan proses loading sebuah halaman web adalah …….
a. title bar
b. toolbar
c. address bar
d. status bar
 
24. Format gambar yang banyak digunakan di internet adalah :
a. JPEG dan GIF
b. JPEG dan BMP
c. GIF dan BMP
d. BMP dan PDF
 
25. Teks yang berfungsi untuk mengakses file atau halaman web yang lain disebut …….
a. Hyperlink
b. Protocol
c. ISP
d. URL
 
26. Program yang dibagikan secara gratis di internet dan dapat di download oleh siapa saja disebut……
a. Shareware
b. Freeware
c. Program bajakan
d. Program versi beta (versi percobaan)
 
27. Tombol di keyboard yang digunakan untuk membuka lebih dari dua jendela browser adalah ……
a. Ctrl + A                                                             c. Ctrl + N
b. Ctrl + C                                                             d. Ctrl + P
 
28. Tombol yang digunakan untuk mengulangi proses loading sebuah halaman web adalah ..
a. Forward                                                          c. Search
b. Back                                                                  d. Refresh
 
29. Tombol yang digunakan untuk menghentikan proses loading sebuah halaman web adalah ..
a. Forward                                                          c. Stop
b. Back                                                                  d. Home
 
30. Tombol yang digunakan untuk melihat website yang kita kunjungi beberapa saat terakhir adalah …..
a. History                                                            c. Media
b. Favorite                                                          d. Back
 
31. Berikut ini merupakan sifat-sifat email, kecuali …..
a. Sarana komunikasi yang murah
b. Dapat dikirim dengan cepat
c. Panjang surat yang dikirim dibatasi
d. Dapat menyertakan file-file
 
32. Berikut ini yang merupakan keuntungan dari POP mail adalah …….
a. dapat dibaca dalam kondisi offline
b. dapat dibaca dari mana saja
c. hanya dapat dibaca dalam kondisi online
d. sampainya lama
 
33. Kelemahan dari POP mail adalah……
a. hanya dapat dibaca dalam kondisi online
b. hanya dapat dibaca dari satu tempat
c. email diterima agak lama
d. tidak ada jawaban yang benar
 
34. Berikut ini merupakan keuntungan dari web based mail, kecuali …..
a. dapat dibaca darimana saja
b. email sampai dengan cepat
c. biasanya diberikan secara gratis
d. dapat dibaca dalam kondisi offline
 
35. Berikut ini yang merupakan kerugian dari email forwarding adalah …..
a. dapat dibaca darimana saja
b. email diterima dengan cepat
c. kadang email lambat diterima
d. dapat dibaca dalam kondisi offline
 
36. Berikut ini etika ber-email yang harus kita penuhi, kecuali ….
a. rajin melakukan spam
b. tidak menggunakan huruf besar
c. membuat layout email yang baik
d. menggunakan kata-kata yang sopan
 
37. Hal ini merupakan sifat-sifat dari kartu elektronik, kecuali …..
a. dikirimkan ke alamat email
b. kita harus mempunyai alamat email untuk dapat mengirimkannya
c. dapat diiringi lagu atau musik
d. hanya dapat dikirimkan pada saat itu juga
 
38. Berikut ini yang perlu kita pertimbangkan sebelum bergabung dengn milis tertentu kecuali ……
a. Tujuan milis
b. siapa saja yang menjadi anggota milis
c. jumlah email yang masuk ke milis
d. waktu yang kita miliki untuk membuka email
 
39. Pada saat akan menyertakan file di email, kotak dialog yang digunakan untuk memilih file adalah.…..
a. File open                                                         c. Choose File
b. Open                                                                d. Save file
 
40. Type file yang dapat disertakan sebagai file attachment adalah …..
a. file.doc dan .zip
b. file.pdf dan gambar
c. file.exe dan .doc
d. semua jenis file
 
41. Elemen berikut yang biasanya terdapat di mesin pencari, kecuali …..
a. Tombol Find / Cari
b. Kotak teks untuk memasukkan kata kunci pencarian
c. Teks link untuk pengaturan pencarian canggih (advanced search)
d. Tombol save untuk menyimpan hasil pencarian
 
42. Kata AND digunakan dalam kata kunci pencarian diwakili dengan symbol karakter …..
a. sama dengan (=)
b. tanda kutip ganda (”)
c. tanda minus (-)
d. tanda tambah (+)
 
43. Pernyataan di bawah ini yang salah tentang google adalah …..
a. dapat membedakan huruf besar dan kecil di kata kunci pencarian
b. mempunyi fungsi pengecualian untuk menghilangkan kata pengganggu
c. menggunakan tanda kutip (”) untuk mengapit kata kunci yang berupa frase
d. menghasilkan pencarian dalam waktu cepat
 
44. Yang ditampilkan di halaman web hasil pencarian adalah …..
a. besar file masing-masing dokumen hasil pencarian
b. jumlah dokumen yang ditemukan
c. waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pencarian
d. semua jawaban benar
 
45. Fitur pencarian yang terdapat di google adalah …..
a. pencarian dengan pengaturan bahasa tertentu
b. pencarian dengan menggunakan pengaturan formal file tertentu
c. pencarian gambar
d. semua jawaban benar
 
46. Fungsi pencarian yang dapat kita gunakan untuk mencari dua kata dengan arti yang sama adalah …..
a. fungsi pengecualian
b. fungsi AND
c. fungsi OR
d. fungsi pengaturan bahasa
 
47. Tombol di bawah ini akan ditampilkan apabila kita meletakkan pointer di atas sebuah gambar di halaman web, kecuali …..
a. save this image
b. print this image
c. send this image in an email
d. zoom this image
 
48. Kotak dialog yang ditampilkan pada saat kita menyimpan halaman web adalah …..
a. Open                                                c. Save
b. Save as                                            d. Save web page
 
49. Tombol ini terdapat di kotak dialog download file, kecuali ….
a. Open                                                c. Cancel
b. Save                                                                 d. Download
 
50. Tombol ini terdapat di kotak dialog download complete, kecuali …..
a. open file                                         c. open
b. open folder                                   d. close

 

*MY MEMORY IN GUNADARMA*

NAMA : HERTANIA SETIANI
NPM : 40209347
KELAS : 3DA05
MATA KULIAH: Analisis Laporan Keuangan #
DOSEN : STANTY AUFIA RACHMAT

KESAN DAN PESAN^_^

Saya adalah salah satu mahasiswa dari Universitas Gunadarma yang terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi pada cabang Kalimalang. Saya memilih untuk mengambil pendidikan Diploma Tiga jurusan Akuntansi Komputer. Dengan harapan dapat meyelesaikan kuliah dan bekerja; untuk kemudian melanjutkan kuliah pada jenjang berikutnya. Pada dasarnya, saya memang memilih untuk mengambil kuliah malam. Walaupun dari sejak masuk sampai sekarang saya memang tidak sedang bekerja. Tetapi, hal tersebut saya lakukan karena pertimbangan keluarga. Yaitu, kedua putri saya yang pastinya juga sangat membutuhkan perhatian. Dan, ketika mendaftar saya diberitahukan bahwa kelas malam hanya akan dibuka apabila memang ada peminatnya dengan jumlah minimal 20 orang. Saya sempat pesimis karena takut kelas tersebut tidak akan dibuka. Tetapi, saya sangat menghargai bahwa Gunadarma tetap memberikan kesempatan pada kami kelas DA05 angkatan 2009 untuk tetap memperoleh kelas;walaupun kami efektif hanya berdelapan.
Kemudian, selama menjalani kuliah sebagai anak kelas malam kami mengalami banyak suka duka. Suka ketika kami dapat dengan lancar kuliah, mendapat dosen yang pengertian, dan tentunya nilai akhir yang sesuai harapan. Namun, sebagai mahasiswa Gunadarma, saya ingin menyampaikan beberapa kritikan yang tentunya dapat membangun bagi Gunadarma dan bagi semua kalangan yang terkait. Apa yang saya uraikan semata karena kepedulian saya. Dengan harapan agar kedepannya lebih baik. Dan, saya harapkan apabila ada kata-kata yang menyinggung, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan, saya bersedia menerima kritikan yang membangun terhadap tulisan saya ini.
Saya memiliki beberapa pandangan. Mulai dari sarana dan prasarana, saya ingin sekali bila kebersihan toilet lebih diperhatikan. Toiletnya memang tidak licin, tetapi sepertinya jarang dikuras. Itu membuat tidak nyaman pastinya. Saya rasa sebagai pengguna pun, saya pastinya juga bersedia menjaga kebersihannya dengan membuang sampah pada tempatnya. Saya juga akan meyiram dengan sangat cukup agar tetap menjaga kebersihannya. Masalahnya, hal ini sangat bertolak belakang bila berada di toilet untuk Dosen yang terletak berdekatan dengan mushola. Mohon diperhatikan ya ^_^. Karena menurut saya itu merupakan bagian dari keseharian setiap individu. Semoga dengan lebih memperhatikan kebersihan, khususnya toilet, dapat memberikan kesan yang lebih baik lagi.
Kemudian, selama menjalani kuliah, kami sebagai kelas malam seringkali kesulitan dalam hal informasi. Misalnya saja: jadwal praktikum. Saya pernah dimarahi secara pribadi karena sebagai “ketua kelas” tidak dapat mengkoordonir dan mencari informasi mengenai jadwal praktikum sehingga kelas kami ketinggalan beberapa pertemuan. Kalau boleh saran, media studentsite saya harap dapat memfasilitasi hal tersebut juga. Jadi, ketika terdapat jadwal mahasiswa dapat mengaksesnya masing-masing. Kemudian mengenai perpustakaan, kalau boleh kami juga ingin bias mendapat akses masuk perpustakaan. Misalnya: setiap senin (1x seminggu), perpustakaan dibuka dari jam 5 sampai jam 7; khusus untuk anak kelas malam. Dengan akses masuk KRS, tentunya.
Mungkin saya rasa cukup untuk saat ini, semoga pandangan saya dapat menjadi masukan yang baik. Dan, tentunya akan menjadikan Gunadarma lebih baik lagi^_^.

RENTABILITAS DAN SOLVABITAS

NAMA                  : HERTANIA SETIANI
NPM                      : 40209347
KELAS                 : 3DA05
MATA KULIAH: Analisis Laporan Keuangan #
DOSEN                 : STANTY AUFIA RACHMAT

^_^RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS^_^

Macam-macam Analisa Rasio Keuangan

Menurut munawir (2002:68) pada dasarnya banyak sekali angkarasio itu karena rasio dibuat menurut kebutuhan penganalisa. Namun demikian, angka-angka rasio pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: sumber data keuangannya dan berdasarkan tujuan penganalisa.

Berdasarkan sumber datanya angka rasio dibedakan menjadi: (Munawir, 2002:68)

a. Rasio-rasio neraca ( Balanche sheet ratio)

b. Rasio-rasio laporan laba-rugi ( Income statement ratio)

c. Rasio-rasio antar laporan ( Inter statement ratio)

Berdasarkan tujuan penganalisa angka rasio dapat digolongkan antara lain:

(1) rasio-rasio likuiditas,

(2) rasio-rasio solvabilitas,

(3) rasio-rasio rentabilitas,

(4) rasio-rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisa, misalnya: rasio-rasio aktivitas (Munawir, 2002:69)

Menurut Robert Anggoro (1997:18-23) rasio keuangan dapatdikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan ruang lingkup atau tujuanyang ingin dicapai, yaitu:

1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio ini menyatakan kemampuan peruasahaan dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo

2. Rasio Aktivitas ( Activity Ratio)

Rasio ini menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan di dalam memanfaatkan harta yang dimilikinya

3. Rasio Rentabilitas atau Profitabilitas (Profitability Ratio)

Rasio ini menunjukkan keberhasilan perusahaan di dalam  menghasilkan keuntungan.

4. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini disebut juga leverage ratio

5. Rasio Pasar (Market Ratio)

Rasio ini menunjukkan informasi penting perusahaan yang diungkapkan dalam basis perusahaan

“UNTUK PENJELASAN LEBIH RINCI, HANYA AKAN MEMBAHAS “RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS”

Rentabilitas

Yaitu, kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu (Riyanto, 1997:35).

Rasio Rentabilitas betujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya.

Jenis Rasio Rentabilitas

  • Gross Profit Margin

Rasio ini untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba operasi dari operasi usahanya yang murni. Gross Profit Margin semakin tinggi maka maka semakin baik hasilnya.

Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain,Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan labaselama periode tertentu.
Pada umumnya rentabilitas dapat dirumuskan:
Rentabilitas =(ModalUsaha/Laba)X 100%
Menurut Bawsir ( 1997: 173) yang dimaksud rentabilitas adalah kemampuan dalam menghasilkan laba, baik dengan menggunakan data eksternal maupun dengan data internal. Dari kedua pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu yang dinyatakan dalam prosentase.
Menurut Riyanto ( 1997: 36) Rentabilitas dibedakan menjadi dua, yaituRentabilitas ekonomi dan Rentabilitas modal sendiri.
1) Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan labatersebut dan dinyatakan dalam prosentase (Riyanto, 1997: 36). Oleh karena pengertian Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan, maka Rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruhmodal yang bekerja didalamnya dalam menghasilkan laba.
Rentabilitas ekonomi =(Laba Usahal(SHU)/Total Aktiva)X 100%
Rentabilitas ekonomi atau sering disebut earning power mempunyai arti penting dalam perusahaan, maka perlu diusahakan agar Rentabilitasmeningkat. Menurut Riyanto (1997: 37) tinggi rendahnya Rentabilitasdipengaruhi oleh dua faktor:
Profit margin
Adalah perbandingan antara laba usaha dengan penjualan usaha yangdinyatakan dalam persentase.
Profit Margin=(Laba Usaha/PenjualanUsaha)X 100%
Turnover of Operating Asset
( tingkat perputaran aktiva usaha)Adalah kecepatan berputarnya operating asset dalam suatu periodetertentu. Perputaran tersebut dapat ditentukan dengan membagi penjualan bersih dengan modal usaha.
Turnover of Operating Asset =(PenjualanBersih/ModalUsaha)X 100%
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan. Sedangkan, operating asset turnover dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat pada kecepatan perputaranoperating asset dalam suatu periode tertentu. Hasil akhir dari percampuran keduanya ini menentukan tinggi rendahnya earning power. Oleh karena itu makin tinggi tingkat profit margin atau operating asset turnover , masing-masing atau keduanya akan mengakibatkan naiknya earning power.
Hubungan antara keduanya dapat digambarkan sebagai berikut:
Rentabilitas = Profit Margin X Operating asset turnover
=(Laba usaha/Penjualan bersih)X(Penjualan Bersih/Modal Usaha)
=Laba  Usaha/Modal Usaha
2) Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas modal sendiri atau sering dinamakan Rentabilitas usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan labatersebut di lain pihak. Dengan kata lain, rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan keuntungan (Riyanto, 1997: 44)
Rentabilitas Modal sendiri =(Laba Usaha(SHU)/Modal Sendiri)X 100%
Faktor- faktor penentu tinggi rendahnya rentabilitas modal sendiri adalah:
a.Rentabilitas Ekonomi
Tingkat rentabilitas ekonomi dapat mempengaruhi rentabilitas modal sendiri. Dalam hal ini dapat dilihat pada unsur yang berhubungan dengan rentabilitas modal sendiri. Menurut Riyanto (1997: 36),Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba dengan modalsendiri dan modal pinjaman yang dipergunakan untuk menghasilkan labatersebut dan dinyatakan dalam persentase. Maka, jelas rentabilitas ekonomi mempunyai hubungan erat dengan rentabilitas modal sendiri mengingat besar kecilnya keuntungan atau laba menjadi hak para pemilik modal.
b.Tingkat bunga modal pinjaman
Laba yang diperhitungkan didalam menghitung rentabilitas modalsendiri adalah laba bersih, yaitu laba kotor setelah dikurangi bunga modal pinjaman dan pajak perseroan. Semakin tinggi tingkat bunga modal pinjaman yang harus dibayar, berarti akan memeperkecil laba yangmenjadi bagian pemilik modal sendiri.
c.Tingkat pajak pendapatan
Penghasilan kena pajak dihitung dengan mengurangi semua biaya, termasuk penyusutan dan bunga dari pendapatan kotornya. Semakin tinggitingkat pajak yang ditentukan pemerintah, maka akan memperkecil labayang menjadi hak bagi pemilik dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan rentabilitas modal sendiri terpengaruh.

Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan. Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Dalam praktiknya untuk menutupi kekurangan akan kebutuhan dana, perusahaanmemiliki beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan sumber dana ini tergantung daritujuan, syarat-syarat, keuntungan dan kemampuan perusahaan tentunya. Sumber-sumber dana secara garis besar dapat diperoleh dari modal sendiri dan pinjaman (bank ataulembaga keuangan lainnya). Perusahaan dapat memilih dana dari salah satu sumber tersebut atau kombinasi dari keduanya.
Setiap sumber dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya penggunaan modal sendiri mimiliki kelebihan, yaitu mudah diperoleh, dan beban pengambilan yang relatif lama. Disamping itu dengan menggunakan modal sendiri tidak ada beban untuk membayar angsuran termasuk bunga dan biaya lainnya. Sebaliknya kekurangan modal sendiri sebagai sumber dana adalah jumlahnya yang relatif terbatas,terutama pada saat menjatuhkan dana yang relatif besar.
Rasio solvabilitas (leverage) merupakan rasio yang digunkan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dari hutang. Artinya berapa besar beban utang yangditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwarasio ini digunkan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).
Semakin tinggi rasio solvabilitas maka semakin tinggi pula resiko kerugian yangdihadapi, tetapi juga ada kesempatan mendapatkan laba yang besar. Sebaliknya apabila perusahaan memiliki rasio solvabilitas yang rendah tentu mempunyai resiko kerugian yang lebih kecil. Dampak ini juga mengakibatkan rendahnya tingkat hasil pengembalian(return) pada saat perekonomian tinggi.
Pengukuran rasio solvabilitas, dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu :
1.mengukur rasio-rasio neraca dan sejauh mana pinjaman digunakan untuk  permodalan
2.melalui pendekatan rasio rasio laba rugi.
Manfaat rasio solvabilitas (leverage) :
1.untuk menganalisi kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya.
2.untuk menganalisis kemampuan perusahaan memenuhi kewajibanyang bersifattetap.
3.untuk menganalisis keseimbangan antara lain aktiva khususnya aktiva khususnyaaktiva tetapdengan modal.
4.untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5.untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva
6.untuk menganalisis atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiriyang dijadikan jaminan utang jangka panjang.
7.untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih ada terdapatsekian kalinya modal sendiri.
Intinya dengan analisis rasio solvabilitas, perusahaan akan mengetahui beberapa hal berkaitan dengan penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman serta mengetahui rasiokemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.
Jenis-jenis Rasio Solvabilitas
Adapun jenis rasio solvabilitas yang sering digunkan perusahaan :
1.debt to asset ratio (debt ratio)
2.debt to equity ratio
3.long term debt to equity ratio
4.times interest earned
5.fixed charge coverage

SUMBER:

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN#

  • RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN
  • LAPORAN KEUANGAN YANG DIBANDINGKAN
  • ANALISIS TREND DAN ANALISIS PERSEN PER KOMPONEN
  • ANALISIS RATIO

 

RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN

Sebuah laporan keuangan, pada dasarnya merupakan suatu sarana informasi yang sangat diperlukan bagi pihak-pihak tertentu. Adapun pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan keuangan, diantaranya: pihak manajemen, pihak pemegang saham, pihak kreditor, pihak pemerintah, dan pihak karyawan.

  1. Bagi Pihak Manajemen;

            Bagi pihak manajemen, laporan keuangan merupakan sarana untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa manager adalah orang yang sangat berperan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan, khususnya kinerja karyawan yang berada di bawah kepemimpinannya. Dimana misalnya, manager bagian pemasaran yang ketika melihat angka penjualan meningkat, maka manager perlu mengevaluasi; apakah peran dari staf pemasaran sudah cukup maksimal? Ataupun dapat mengevaluasi dari nilai beban yang dikeluarkan untuk bagian pemasaran; apakah terlalu besar? Ataukah sudah sesuai dengan yang telah diperhitungkan sebelumnya.

            Adakalanya pihak manajemen pun menggunakan laporan keuangan sebagai pertimbangan untuk memberikan kompensasi kepada karyawannya. Kompensasi merupakan seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. Perusahaan dalam memberikan kompensasi kepada para pekerja terlebih dahulu melakukan penghitungan kinerja dengan membuat sistem penilaian kinerja yang adil.

            Dan, tujuan akhir dari manfaat laporan keuangan bagi manajemen, yaitu sebagai sarana pengembangan karier. Pengembangan karier merupakan dampak dari penilaian laporan keuangan oleh manajemen yang dinilai positif. Dalam hal ini, berarti laporan keunagan tersebut menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

    2. Bagi Pihak Pemegang Saham;

            Bagi pemegang saham, laporan keuangan bermaanfaat untuk mengetahui kinerja perusahaan. Dalam hal ini berhubungan dengan nilai saham yang diinvestasikan. Dengan harapan, apabila dari laporan keuangan yang bernilai positif pada akhirnya dapat memberikan keuntungan yang sepadan dengan nilai yang diinvestasikannya.

            Hal tersebut berbanding lurus dengan arti pentingnya laporan keunagn bagi pemegang saham yang pada dasarnya mengharapkan dana yang diinvestasikannya dapat memeberikan pendapatan lebih, dan dapat memberikan nilai keamanan investasi.

     3. Bagi Pihak Kreditor;

             Bagi pihak kreditor, laporan keuangan mempunyai arti penting untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. Yang berarti bahwa kreditor, tidak perlu merasa cemas dengan dana yang telah dipinjamkan dapat kembali. Karena apabila laporan keuangan bernilai positif berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk melunasi pinjaman beserta bunganya. Namun, sebaliknya bila laporan keuangan bernilai negatif berarti perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk melunasi pinjaman beserta bunganya.

    4. Bagi Pihak Pemerintah;

           Bagi pihak pemerintah, laporan keuangan berarti penting untuk pendapatan negara dalam hal pajak. Dengan mengetahui laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dalam laporan keungannya (terutama yang telah diadit), maka pemerintah pun dapat mengetahui besarnya pajak yang harus disetorkan oleh pihak perusahaan.

           Dan, bagi pemerintah laporan keungan yang telah diaudit merupakan salah satu persyaratan yang harus diajukan ke BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) untuk mendapatkan persetujuan untuk go publik.

    5. Bagi Pihak Karyawan.

            Bagi pihak karyawan, laporan keuangan yang bernilai positif akan menjamin penghasilan yang memadai, kualitas hidup, dan keamanan kerja. Untuk itu, karyawan akan memberikan kontribusi yang tinggi apabila perusahaan dapat menjamin dari segi penghasilan, kualitas hidup, dan keamanan kerja.

SUMBER:

http://syahrezamarasutanpohan.wordpress.com

http://www.anneahira.com/artikel-umum/kompensasi.htm

 

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN-BAB4,5,6..

NAMA: HERTANIA SETIANI

NPM: 40209347

KELAS: 3 DA 05

 

4.1 MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

A. Pengertian Model Umum Perusahaan

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek. Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

Jenis-Jenis Model :

  1. Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.
  2. Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
  3. Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
  4. Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

B. Konsep Dasar Model Sistem Umum Perusahaan

Model Sistem Umum Perusahaan

1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :

  1. Arus material.
  2. Arus personil.
  3. Arus mesin.
  4. Arus uang.

Sistem Fisik Perusahaan sebagai system yang terkendali

2. Sistem Konseptual,

Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.

  1. Sistem Lingkaran Terbuka.
  2. Sistem Lingkaran Tertutup.

Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.

Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.

Dimensi-Dimensi Informasi

Saat para manajer menentukan output yang harus disediakan para pengolah informasi, mereka mempertimbangkan 4 dimensi dasar informasi :

  1. Relevansi.
  2. Akurasi.
  3. Ketepatan waktu.
  4. Kelengkapan.

Manajer adalah orang yang terbaik untuk menentukan dimensi-dimensi informasi yang ia perlukan. Jika perlu analis sistem dapat membantu manajer mendekati tugas ini secara logis. Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan kinerja actual.

“Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari 3 elemen penting : manajer, pengolah informasi dan standar

Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan “management by exception” (suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima).

Management by Exception memberikan 3 keuntungan dasar :

  1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.
  2. Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih menyeluruh.
  3. Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.

Namun, terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui :

  1. Beberapa kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
  2. Suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
  3. Perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
  4. Manajer tidak boleh menjadi pasif dan hanya menunggu batas kinerja dilewati.

Konsep manajemen yang serupa dengan Management by Exception disebut Critical Success Factor. CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Standar kinerja digunakan untuk manajemen dan pengolah informasi

Perubahan-perubahan dibuat dalam sistem fisik melalui arus keputusan

Arus Keputusan, data diubah menjadi informasi oleh pengolah informasi, dan informasi diubah menjadi keputusan oleh manajer. Pengolah informasi dan manajer bekerja sama untuk mengubah data menjadi keputusan.

Model Sistem Umum Perusahaan

C. Penggunaan Model Sistem Umum

  1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
  2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
  3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

4.2 PENDEKATAN SISTEM

A. Pemahaman dasar pemecahan masalah dan pembuatan keputusan

Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.

Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).

B. Tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan sistem

1. Usaha Persiapan

  • Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
  • Mengenal sistem lingkungan.
  • Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

2. Usaha Definisi

  • Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.

Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.

  • Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :
  1. Mengevaluasi standar.
  2. Membandingkan output dengan standar.
  3. Mengevaluasi manajemen.
  4. Mengevaluasi pemroses informasi.
  5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
  6. Mengevaluasi proses.

7.   Mengevaluasi sumber daya output.

3. Usaha Persiapan

  • Pertimbangan alternatif yang layak.
  • Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.
  • Memilih solusi terbaik.
  • Menerapkan solusi.
  • Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

C. Faktor manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :

  1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.
  2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :
    1. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
    2. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.Menggunakan informasi untuk memecahkan  masalah/Pemecah masalah

( Problem solver) :

  1. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.
  2. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

5.1. Dasar  Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer

Informasi  ibarat  darah  yang  mengalir  di  dalam  tubuh  suatu  organisasi,  sehingga informasi  ini  sangat  penting  di  dalam  suatu  organisasi.  Suatu  sistem  yang  kurang mendapatkan  informasi  akan  menjadi  luruh.  Keadaan  dari  sistem  dalam  hubungannya dengan keberakhirannya disebut dengan istilah entropy. Informasi yang berguna bagi sistem akan  menghindari  proses  entropy  tersebut  yang  disebut  dengan  negative  entropy  atau negentropy. Apakah  sebenarnya  informasi  itu,  sehingga  sangat  penting  artinya  bagi  suatu sistem?

Informasi dapat didefenisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam  suatu bentuk  yang  lebih  berguna  dan  lebih  berarti  bagi  penerimanya  yang  menggambarkan  suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau  data-item. Data  adalah  kenyataan  yang menggambarkan  suatu  kejadian-kejadian  dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam  dunia bisnis, kejadian-kejadian  yang  terjadi  adalah perubahan dari  suatu nilai  yang disebut  dengan  transaksi.  Misalnya  penjualan  adalah  transaksi  perubahan  nilai  barang menjadi  nilai  uang  atau  nilai  piutang  dagang.  Kesatuan  nyata  (fact)  adalah  berupa  suatu

obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Misalnya informasi “menabrak” merupakan informasi yang kurang jelas. Informasi ini hanya menerangkan  suatu  kejadian  saja,  yaitu menabrak. Kesatuan  nyata,  yaitu  apa  yang ditabrak, oleh siapa, dengan apa dan dimana tidak dijelaskan oleh informasi tersebut. Supaya informasi menjadi  lebih berguna dan  lebih mempunyai  arti bagi penerimanya,  seharusnya  berbunyi  : “Ali mengendarai mobil dan menabrak  tiang  listrik di  jalan kaliurang kilometer 5”.

5.2. Siklus Hidup Sistem

Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.

Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :

  1. a.       Tahap Perencanaan
  2. b.      Tahap Analisis
  3. c.       Tahap Desain (Rancangan)
  4. d.      Tahap Implementasi (Penerapan)
  5. e.      Tahap Operasi (Penggunaan)

Kelima tahap tersebut secara diagram nampak seperti Gambar 8.1.

Gambar 8.1. Diagram Siklus Hidup Sistem

Empat tahap pertama dinamakan dengan siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle – SDLC).

Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ada tiga tingkatan besar (hirarki) dari manajemen siklus hidup sistem, yaitu :

Tanggung Jawab Eksekutif

Ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Ketika lingkup sistem menyempit dan folusnya lebih operasional kemungkinan besar kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah, seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi, dan CIO.

Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS)

Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM.

Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :

  1. menetapkan kebijakan
  2. menjadi pengendali keuangan
  3. menyelasaikan pertentangan

Keuntungan yang dicapai :

  • semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
  • Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Kepemimpinan Proyek

Komite pengarah SIM yang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawabnya ada pada Tim Proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Kegiatan tim tersebut diarahkan oleh seorang Pemimpin Proyek yang memberikan pengarahan selama proyek berlangsung. Tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.

a.      TAHAP PERENCANAAN

Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS, yaitu :

  • Menentukan lingkup dari proyek

Unit organisasi, kegiatan atau sistem manakah yang terlibat dan mana yang tidak ? Hal tersebut akan memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.

  • Mengenali berbagai area permasalahan potensial

Akan menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.

  • Mengatur urutan tugas

Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Tugas tersebut diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan agar efisien.

  • Memberikan dasar untuk pengendalian

Tingkat kinerja metode pengukuran tertentu harus dispesifikasikan sejak awal.

Langkah-langkahnya

  1. 1.             Menyadari masalah

Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.

  1. 2.             Mendefinisikan masalah

Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah tersebut. Ia melakukan identifikasi dimana letak permasalahannya, penyebabnya dan berusaha mengumpulkan semua informasi. Jika perusahaan mempunyai kebijakan untuk mendukung end user computing, dan manajer ingin memakai pendekatan tersebut untuk pengembangan sistem, maka ia bertanggung jawab untuk membuat definisi. Selain itu, manajer memerlukan bantuan analis sistem yang saling bekerja sama dengan manajer.

  1. 3.             Menentukan tujuan sistem

Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.

  1. 4.             Mengidentifikasi kendala sistem

Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala. Beberapa kendala mungkin ditimbulkan oleh lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan oleh konsumen. Kendala lainnya, seprti keharusan menggunakan perangkat keras yang telah ada atau menyiapkan dan menjalankan sistem pada tanggal tertentu. Kendala-kendala tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai dikerjakan. Dengan demikian, baik rancangan sistem maupun kegiatan proyek akan berada di antara kendala-kendala tersebut

  1. 5.             Membuat studi kelayakan

Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan, yaitu :

  1. Teknis; tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan ?
  2. Pengembalian ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya ?
  3. Pengembalian non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
  4. Hukum dan etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
  5. Operasional; apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya ?
  6. Jadual; mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?

Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa pegawai penting dalam area pemakai.

  1. 6.             Menyiapkan usulan penelitian sistem

Jika suatu sistem dan proyek tampak layak, diperlukan penelitian sistem secara menyeluruh. Penelitian sistem (sistem study) akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem tersebut melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberi dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisi. Hal penting yang harus diingat tentang usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan (perkiraan merupakan informasi terbaik yang tersedia) dan perkiraan jauh lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali. Selebihnya akan dipelajari ketika siklus hidup mulai berjalan.

  1. 7.             Menyetujui atau menolak proyek penelitian

Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan à keputusan teruskan / hentikan. Pertimbangan penting yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Akankah sistem yang diusulkan dapat mencapai tujuannya ?
  2. Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem ?

Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.

  1. 8.             Menetapkan mekanisme pengendalian

Sebelum penelitian sistem dimulai, SC MIS menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Setelah jadual ditetapkan, jadual tersebut harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. (misalkan gunakan Microsoft Project).

Bentuk dari usulan penelitian sistem secara umum mencakup :

  1. 1.  Ikhtisar eksekutif
  2. 2.  Pendahuluan
  3. 3.  Tujuan dan kendala sistem
  4. 4.  Berbagai alternatif sistem yang mungkin
  5. 5.  Proyek penelitian sistem yang disarankan

5.1.Tugas yang harus dilaksanakan

5.2.Kebutuhan sumber daya manusia

5.3.Jadual kerja

5.4.Perkiraan biaya

  1. 6.  Dampak yang diharapkan dari sistem

6.1. Dampak pada struktur organisasi perusahaan

6.2. Dampak pada operasi perusahaan

6.3. Dampak pada sumber daya perusahaan

  1. 7.  Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan penerapan)
  2. 8.  Ikhtisar

b.      TAHAP ANALISIS

Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui.

Adapun tahapannya yaitu :

  1. 1.             Mengumumkan Penelitian Sistem

Manajer khawatir terhadap penerapan aplikasi komputer baru yang mempengaruhi kerja para pegawainya. Sehingga perlu dikomunikasikan kepada para pegawai tentang :

a.        alasan perusahaan melaksanakan proyek

b.        bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai.

  1. 2.             Mengorganisasikan Tim Proyek

Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Agar proyek berhasil, pemakai sangat perlu berperan aktif daripada berperan pasif. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin proyek dan bukannya spesialis informasi.

  1. 3.             Mendefinisikan Kebutuhan Informasi

Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pemgamatan, pencarian catatan, dan survei). Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih disukai, dengan alasan :

  •  Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa tubuh.
    •  Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis maupun pihak pemakai.
    •  Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.
      • Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan pandangan yang  berbeda bahkan bertentangan.

Dokumentasi dapat berupa flowchart, diagram aliran data (data flow diagram), dan grafik serta penjelasan naratif dari proses dan data. Istilah kamus proyek sering digunakan untuk menggambarkan semua dokumentasi yang menjelaskan suatu sistem.

  1. 4.             Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem

Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan,

  • Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan komputer;
  • Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan;
  • Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date).
  1. 5.             Menyiapkan Usulan Rancangan

Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan teruskan atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam hal ini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan kungan bagi keputusan tersebut termasuk di dalam usulan rancangan.

  1. 6.             Menerima atau Menolak Proyek Rancangan

Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap rancangan.

sedangkan contoh format untuk dokumen usulan rancangan, yaitu sebagai berikut :

  1. Ikhtisar eksekutif
  2. Pendahuluan
  3. Definisi masalah
  4. Tujuan dan kendala sistem
  5. Kriteria kinerja
  6. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
  7. Rancangan proyek yang disarankan

7.1. Tugas-tugas yang harus dilaksanakan

7.2. Kebutuhan sumber daya manusia

7.3. Jadual kerja

7.4. Perkiraan biaya

  1. Dampak yang diharapkan dari sistem

8.1. Dampak pada struktur organisasi perusahaan

8.2. Dampak pada operasi perusahaan

8.3. Dampak pada sumber daya perusahaan

  1. Rencana pengembangan umum (tahap analisis, rancangan dan penerapan)
  2. Ikhtisar

c.       TAHAP PERANCANGAN

Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatann yang akan digunakan.

Langkah-langkah tahapan rancangan yaitu :

  1. 1.             Menyiapkan rancangan sistem yang terinci

Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis. Beberapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top-down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci.

Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alat-alat dokumentasi yang popular yaitu diagram arus data (data flow diagram), diagram hubungan entitas (entity relationship duagram), kamus data (data dictionary), flowchart, model hubungan objek, dan spesifikasi kelas.

  1. 2.             Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem

Analis mengidentifikasi konfigurasi – bukan merek atau model – peralatan komputer yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan.

Identifikasi merupakan suatu proses berurutan, dimulai dengan berbagai kombinasi yang dapat menyelesaikan setiap tugas.

  1. 3.             Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem

Analis bekerja sama dengan manajer mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.

  1. 4.             Mimilih konfigurasi terbaik

Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal.

Setelah selesai, analis membuat rekomendasi kepada manajer untuk disetujui. Bila manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh SC MIS.

  1. 5.             Menyiapkan usulan penerapan

Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.

  1. 6.             Menyetujui atau menolak penerapan sistem

Keputusan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang telibat.

Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.

sedangkan contoh format untuk dokumen usulan penerapan, yaitu sebagai berikut :

  1. Ikhtisar eksekutif
  2. Pendahuluan
  3. Definisi masalah
  4. Tujuan dan kendala sistem
  5. Kriteria kinerja
  6. Rancangan sistem

6.1.   Deskripsi ringkasan

6.2.   Konfigurasi peralatan

  1. Proyek penerapan yang disarankan

7.1.   Tugas-tugas yang harus dilaksanakan

7.2.   Kebutuhan sumber daya manusia

7.3.   Jadual kerja

7.4.   Perkiraan biaya

  1. Dampak yang diharapkan dari sistem

8.1. Dampak pada struktur organisasi perusahaan

8.2. Dampak pada operasi perusahaan

8.3. Dampak pada sumber daya perusahaan

  1. Rencana penerapan umum
  2. Ikhtisar

d.      TAHAP PENERAPAN

Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.

Adapun tahapannya yaitu :

  1. 1.             Merencanakan penerapan;

Manajer dan spesialis informasi harus memahami dengan baik pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem dan untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci.

  1. 2.             Mengumumkan penerapan;

Proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama pada penelitian sistem. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada para pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama mereka.

  1. 3.             Mendapatkan sumber daya perangkat keras;

Rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis perangkat keras yang terdapat pada konfigurasi sistem yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for proposal (RFP), yang berisi antara lain :

  1. Surat yang ditransmisikan
  2. Tujuan dan kendala sistem
  3. Rancangan sistem : deskripsi ringkasan, kriteria kerja, konfigurasi peralatan, dokumentasi sistem ringkasan, perkiraan volume transaksi, perkiraan ukuran file.
  4. Jadual pemasangan

Selanjutnya mereka membuat usulan tertulis, bagaimana peralatan yang diusulkan akan membuat sistem mencapai kriteria kinerjanya. Ketika semua usulan telah diterima dan dianalisis, SC MIS memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis informasi memberi dukungan bagi keputusn tersebut dengan mempelajari usulan dan membuat rekomendasi. Setelah disetujui, perusahaan melakukan pemesanan.

  1. 4.             Mendapatkan sumber daya perangkat lunak;

Ketika perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasinya, programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal. Programmer dapat menyiapkan dokumentasi yang lebih rinci seperti flowchart atau bahasa semu (psedudo code) yang terstruktur, dilakukan pengkodean, dan pengujian program. Hasil akhirnya adalah software library dari program aplikasi. Jika peangkat lunak aplikasi jadi (prewritten application software) dibeli, pemilihan pemasok perangkat lunak dapat mengikuti prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk memilih pemasok perangkat keras, yaitu RFP dan Usulan.

  1. 5.             Menyiapkan database;

Pengelola database (database administrator – DBA) bertanggung jawab untuk semua kegiatan ynag berhubungan dengan data, dan mencakup persiapan database. Hal tersebut memerlukan pengumpulan data baru atau data yang telah ada perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru dan menggunakan sistem manajemen basis data (database management sistem – DBMS).

  1. 6.             Menyiapkan fasilitas fisik;

Jika perangkat keras dan sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Sehingga pembangunan fasilitas tersebut merupakan tugas berat dan harus dijadualkan sehingga sesuai dengan keseluruhan rencana proyek.

  1. 7.             Mendidik peserta dan pemakai;

Sistem baru kemungkinan besar akan mempengaruhi banyak orang. Beberapa orang akan membuat sistem bekerja. Mereka disebut dengan peserta, yang meliputi operator entry data, pegawai coding, dan pegawai administrasi lainnya. Semuanya harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan harus dijadualkan jauh setelah siklus hidup dimulai, tepat sebelum bahan-bahan yang dipelajari mulai diterapkan.

  1. 8.             Menyiapkan usulan cutover;

Proses menghentikan penggunaan sistem lama dan memulai menggunakan sistem baru disebut cutover. Ketika seluruh pekerjaan pengembangan hampir selesai , tim proyek merekomendasikan kepada manajer agar dilaksanakan cutover (dalam memo atau laporan lisan)

  1. 9.             Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru;

Manajer dan SC MIS menelaah status proyek dan menyetujui atau menolak rekomendasi tersebut. Bila manajemen menyetujui maka manajemen menentukan tanggal cutover. Namun, bila manajemen menolak maka manajemen menentukan tindakan yang harus diambil dan tugas yang harus diselesaikan sebelum cutover akan dipertimbangkan kembali, kemudian manajemen menjadualkan tanggal baru.

  1. 10.         Masuk ke sistem baru.

Ada 4 pendekatan dasar (cutover), yaitu :

  1. Percontohan (pilot) yaitu suatu sistem percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi.
  2. Serentak (immediate) merupakan pendekatan yang paling sederhana yakni beralih dari sistem lama ke sistem baru pada saat yang ditentukan.
  3. Bertahap (phased), sistem baru digunakan berdasarkan bagian per bagian pada suatu waktu.
  4. Paralel (parallel), mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah diperiksa secara menyeluruh. Akan memberikan pengamanan yang paling baik terhadap kegagalan tetapi yang paling mahal, karena kedua sumber daya harus dipertahankan.

cutover menandakan berakhirnya bagian pengembangan dari siklus hidup sistem. Penggunaan sistem dapat dimulai sekarang.

e.      TAHAP PENGGUNAAN

Tahap penggunaan terdiri dari 5 langkah, yaitu :

  1. Menggunakan sistem

Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.

  1. Audit sistem

Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal dengan istilah penelaahan setelah penerapan (post implementation review). Hasil audit dilaporkan kepada CIO, SC MIS dan pemakai. Proses tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem berlanjut.

  1. Memelihara sistem

Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasinya disebut pemeliharaan sistem (sistem maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan untuk 3 alasan, yakni :

  1. Memperbaiki kesalahan
  2. Menjaga kemutakhiran sistem
  3. Meningkatkan system
  1. Menyiapkan usulan rekayasa ulang

Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.

  1. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem

Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.

5.3. Prototyping (Prototype)

Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara bagaimana sistem berfungsi secara optimal. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping).

Adapun jenis-jenis Prototipe, yaitu :

  1. Prototype jenis I, sesungguhnya akan menjadi sistem operasional.
  2. Prototype jenis II, merupakan suatu model yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.

Daya tarik prototype, yaitu :

  1.   Komunikasi antar analis sistem dengan pemakai membaik.
  2. Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
  3. Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
  4. Lebih efisien dan dapat menghemat biaya pengembangan.
  5. Penerapan lebih mudah.

Potensi kegagalan prototype, yaitu :

  1. Bersifat tergesa-gesa.
  2. Berharap sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasionalnya.
  3. Prorotipe I tidak efisien terhadap sistem yang dikodekan dengan bahasa pemrograman.
  4. User interface tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

Penerapannya mempunyai prospek yang baik, dengan karakteristik sebagai berikut :

  1. Risiko tinggi
  2. Pertimbangan interaksi pemakai
  3. Jumlah pemakai banyak
  4. Dibutuhkan penyelesaian yang cepat
  5. Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
  6. Sistem yang inovatif
  7. Perilaku pemakai yang sukar ditebak.

Pengembangan Aplikasi Cepat (rapid application development – RAD)

RAD merupakan seperangkat strategi, metodologi dan peralatan yang terintegrasi dalam satu kerangka kerja menyeluruh (information engineering – IE).

Metodologi RAD akan memberi respon yang cepat terhadap kebutuhan pemakai, tetapi dengan lingkup yang lebih luas.

Unsur-unsur penting RAD, yaitu :

  1. Manajemen, harus mendukung RAD sepenuhnya dan menyediakan lingkungan kerja yang membuat kegiatan tersebut sangat menyenangkan.
  2. Manusia, dibentuk beberapa Tim yang terspesialisasi yang dikenal dengan istilah SWAT (Skilled with advanced tools).
  3. Metodologi, yaitu siklus hidup RAD yang terdiri dari perencanaan kebutuhan, rancangan pemakai, konstruksi, dan cutover.
  4. Peralatan, terdiri dari bahasa pemrograman generasi ke-4 dan peralatan CASE (computer aided software engineering)

oN baZZaR’2011

NAMA: HERTANIASETIANI
KELAS: 2DA05
NPM: 40209347

Pada tanggal 25, 26, dan 27 Mei 2011 yang lalu sebagai salah satu program yang telah disusun oleh Universitas Gunadarma, kami diwajibkan untuk mengikuti bazzar. Bazzar yang diselenggarakan sebagai tanda berakhirnya program dana bergulir yang telah kami ikuti selama 6 bulan dari tanggal 03 Desember 2011. Adapun dana bergulir merupakan program yang bertujuan untuk menggali jiwa kewiraausaan mahasiswa, khususnya bagi para mahasiswa yang  mengambil program Diploma 3. Dari program dana bergulir yang telah kami ikuti, menambah pengetahuan kami mengenai dunia bisnis walaupun hanya dalam skala kecil. Namun, dari sana kami mengetahui bagaimana mengatasi kesulitan dalam pemasaran sampai bagaimana mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp. 300.000,-. Dana tersebut dipinjamkan Pbk UG yang harus dikembalikan Rp. 50.000,-/bulan beserta iuran wajib Rp. 5.000/bulan dan untung yang kami peroleh selama bulan tersebut sebesar 25% yang diserahkan setiap tanggal 20 dan apabila terjadi keterlambatan dikenakan denda Rp. 5000,-.

Dan, sebagai uraian persiapan kami mengikuti bazzar, yaitu:

¤ membeli produk aneka snack sebanyak 30 buah

¤ mengambil beberapa baju yang akan ditawarkan (konsinyasi dari orang lain)

¤ deposit pulsa

Dari uraian di atas tergambar bahwa barang yang kami tawarkan berupa snack sebagai produk utama usaha kami (SNACKQW) dan sebagai produk pendamping, yaitu baju dan pulsa.

Pada saat tanggal 25 Mei 2011, kami baru mengetahui bahwa kodisi stand yang akan kami tempati ternyata 1:3, yaitu 1 stand diisi 3 kelompok yang ±15 orang dalam satu stand. Sebenarnya cukup mengecewakan buat kami karena kami walaupun sebagai mahasiswa juga dikenakan Rp. 20.000,-/kelompok. Dengan kondisi yang digabung, jujurnya sempit ya. Dan, pada saat itu bangku dikasih 3 yang kami pikir 1 kelompok 1 bangku untuk jaga tapi ternyata mungkin karena sosialisasi yang kurang diambil 1 bangku. Secara sosialisasi sangat kurang karena ada yang satu stand hanya 2 kelompok..kalau saja kami diberitahu stand itu Rp. 70.000,- lebih baik kami hanya 2 kelompok dalam 1 stand yang digabung dengan kelompok dari kelas kami juga.

Berikut data barang yang kami display:

JML BRG NAMA BRG H.BELI H.JUAL
2 BAJU, CELANA 3/4 BUNGA 80.000 85.000
1 DRESS BH RAJUT 60.000 65.000
1 DRESS TALI KERUT PANJANG 55.000 60.000
2 DRESS TALI KERUT PINGGANG(BIRU DAN BIRU TUA) 50.000 55.000
2 DRESS TALI KERUT DADA 40.000 45.000
1 CELANA BAJU 50.000 55.000
1 ATASAN RAJUT(BUNGA MERAH BIRU) 50.000 55.000
2 ATASAN MANOHARA 40.000 45.000
4 KAOS PUTIH BALI 50.000 55.000
2 ATASAN RAJUT LEHER(KREM+KUNING) 40.000 45.000
6 ATASAN WARNA BORDIR 30.000 35.000
2 ATASAN BARONG COWOK 25.000 30.000
4 ROMPI JARING 40.000 45.000
3 ATASAN MUSLIM 50.000 55.000
2 HEM CEWEK 50.000 55.000
2 KAIN PANTAI 50.000 55.000
9 CELANA ANAK 15.000 20.000
2 CELANA REMAJA 20.000 25.000
18 SENDAL BALI 30.000 35.000
30 SNACK 1.500 2.500/2000

Berikut data barang yang terjual:

JML NAMA BRG H.JUAL H.BELI LABA
1 DRESS TALI KERUT DADA 45.000 40.000 5.000
1 ATASAN RAJUT(BUNGA MERAH BIRU) 55.000 50.000 5.000
1 ATASAN RAJUT LEHER (KREM) 45.000 40.000 5.000
2 CELANA ANAK 20.000 15.000 5.000
8 SNACK 20.000 12.000 8.000
2 SNACK 4.000 3.000 1.000
TOTAL 189.000 160.000 29.000

Dari kedua tabel, dapat dilihat bahwa masih ada sisa snack kami sebanyak 20 buah.

..DI BALIK SEBUAH EO..

Memulai Bisnis Event Organizer

EO atau event organizer artinya adalah mengorganisir kegiatan yang bersifat evently (sewaktu-waktu) tidak kontinue dan obyek yang dikerjakan selalu berubah. Pada saat ini, banyak perusahaan menggunakan jasa EO untuk mengerjakan event-event perusahaan mereka. Peluang inilah yang dapat kita kerjakan, karena banyak perusahaan yang tidak mau ambil pusing untuk mengerjakan event-nya.

EO yang professional adalah EO yang dapat memberikan ide-ide kreatif dan dapat memberikan solusi-solusi yang inovatif kepada klien untuk mempromosikan produk mereka. Yang paling penting dalam membuat event adalah dapat menerjemahkan maksud dan tujuan dari klien ke dalam sebuah event.

EO harus memiliki jiwa team work yang sangat kuat karena ini akan mempengaruhi dalam membuat event, sebaiknya EO dikelola dengan personil yang tidak terlalu banyak (max 5 orang) yang lainnya lebih baik outsourching dan direkrut pada saat menjelang hari H.

Dalam mendapatkan project harus dipastikan pekerjaan yang diterima ada dananya, dan pastikan juga kita mendapatkan termin pembayaran yang pasti dan tertuang dalam perjanjian hitam diatas putih (kontrak). Lebih baik lagi sebelum event berjalan kita sudah mengetahui dan kenal dengan bagian keuangannya agar invoice yang kita kirim tidak lama pencairannya.

Pada saat membuat budget jangan mencari keuntungan yang berlebih (mark up), sebaiknya dengan maximum fee cukup sebesar 10 – 20 %,. Keterbukaan dalam membuat anggaran akan memudahkan klien mempercayai kinerja EO, dan lebih baik klien diajak berdiskusi dan berunding hal budget , dan jangan lupa selalu menyertakan Pajak.

Sebelum kita menjadi owner dari EO, sebaiknya bergabunglah terlebih dahulu dalam sebuah EO dengan segment tertentu, apakah itu Wedding event dan yang lainnya. dan pelajari banyak hal disana. Karena core dari EO adalah menjual jasa dan yang paling terpenting bagi sebuah EO untuk mendapatkan JOB adalah Trust/kepercayaan. Beberapa hal yang sebaiknya kita persiapkan dalam mendirikan event organizer, sebagai berikut:

1.Tempat. Apakah harus menyewa tempat atau bisa dijalankan dari rumah? Biayanya akan lebih tinggi jika harus menyewa tempat sendiri, padahal mungkin Anda tidak menggunakan kantor setiap hari. Anda mungkin akan lebih sering mengunjungi klien diluar kantor. Karena itu, jika dana Anda terbatas bisa dipertimbangkan untuk berkantor di rumah.

2.Sediakanlah modal yang cukup untuk keperluan sebagai berikut:

oModal awal membuka usaha (perijinan, inventaris kantor seperti komputer, telpon, fax, meja kursi, kendaraan)

oModal kerja untuk membayar biaya operasional selama perusahaan belum menghasilkan keuntungan.

Biaya operasional antara lain listrik, telpon, gaji karyawan, kas kecil, dan lain-lain. Siapkanlah modal kerja minimal 6 s/d 12 bulan, atau jika Anda optimis bisa disiapkan 3 bulan saja.

oUntuk pajak bisa dipotong dari laba kotor, sehingga laba bersih menjadi milik perusahaan. Untuk mengetahui apakah bisnis anda untung atau rugi tentunya harus membuat laporan Laba Rugi secara rutin tiap bulan.

3.Rencana pengendalian keuangan:

oProyeksi laba rugi, arus kas, dan Neraca sampai dengan minimal 1 tahun atau sampai dengan 3 tahun ke depan. Tujuannya adalah agar dengan menetapkan target pemasukan (omzet) pada laporan Laba Rugi, Anda bisa memperkirakan dari pemakaian modal pada laporan arus kas kapan bisa break even. Kemudian melihat perkembangan harta kekayaan perusahaan di laporan Neraca.

oMenyelenggarakan administrasi usaha secara tertib dengan melakukan pembukuan secara rutin.misalnya dengan membuat buku kas harian dan buku kas bulanan.

4.Strategi pemasaran:

oBuatlah strategi penetapan harga fee yang kompetitif atas pemakaian jasa Anda

oTetapkanlah siapa target market bisnis Anda

oJasa apa saja yang ditawarkan event organizer Anda

oBuatlah strategi promosi yang ampuh dan mudah dijalankan, agar event organizer Anda cepat dikenal orang.

KISAH SUKSES:

Meraih kesuksesan bisnis bisa lewat banyak cara. Salah satunya aksi nekat seperti yang dilakukan Andika Lubis. Tanpa bekal, ia pergi ke Amerika Serikat. Kini perusahaan yang dia bangun sukses besar mencatat omzet hingga Rp 400 juta per bulan.

Banyak pengusaha yang sukses meski tanpa modal besar. Salah satunya adalah Andika Rama Lubis. Pria lulusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung ini lebih banyak memulai bisnisnya dengan modal nekat. Toh, kenekatan itu menggiringnya menjadi pengusaha muda ber-omzet Rp 5 miliar per tahun.

Saat ini, lewat bendera Eprodeco, Andika berhasil menjadi dekorator tepercaya sejumlah pengelola mal besar di Jakarta. Kliennya mulai dari Plaza Indonesia, sampai perusahaan besar macam Panasonic dan XL Axiata. Satu proyek dekorasi bisa bernilai hingga Rp 300 juta.

Tak hanya dekorasi, lewat induk usaha PT Andrafa Abiatama, Andika juga menyediakan one stop shopping desain kreatif, printing, merchandise, dekorasi, dan event organizer. Sejak pertama kali didirikan pada 2008, klien Andrafa sudah mencapai ratusan perusahaan. Kebanyakan mereka memanfaatkan jasa Andrafa pada acara peluncuran produk.

Dari kecil, Andika yang lahir di Kinabalu, pada 18 September 1974, memang pekerja keras. Ayah Ibunya selalu menekankan untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya. “Kalau mau mainan, saya harus beli sendiri dari hasil tabungan, ditambah uang ayah sedikit,” kenang Dika, begitu ia disapa.

Demikian pula saat kuliah. Lantaran usaha ayahnya di bidang desain interior bangkrut terimbas krisis moneter pada 1998, Dika harus pontang-panting mencari biaya tambahan kuliah dengan bekerja serabutan. Beruntung, kala itu Citibank menawarkan program kartu kredit untuk mahasiswa. Ia menjadi agen penjualnya. Keuntungannya lumayan. “Bisa buat nambah-nambah uang kuliah,” ujarnya.

Prinsip kerja keras itu menempa Dika menjadi tidak mudah menyerah dan berani mengejar mimpi. Selulus kuliah, ia sempat bekerja di satu perusahaan. Tapi, tak seberapa lama, ia memutuskan mundur lantaran ingin ingin menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman kerja di Amerika Serikat (AS).

Dengan bermodal pinjaman dari sang nenek sebesar Rp 10 juta untuk membeli tiket, Andika nekat pergi ke AS. Padahal, saat itu situasi tengah genting setelah terjadi tragedi WTC 11/9. Beruntung, ia lolos di pembuatan visa turis sampai administrasi di bandara. Karena hanya berbekal uang 100 dollar AS dari pamannya, ia terpaksa tidak makan saat pesawat transit di Singapura dan Jepang.

Sesampai di AS, Dika menyambangi tantenya untuk menumpang hidup. Lantaran hanya menumpang, ia tak berani meminta uang lebih. Ia memutuskan mencari pekerjaan. Peluang termudah adalah menjadi loper koran. Kebetulan, ada seorang loper koran dekat tempat tinggal tantenya mempercayakan pekerjaannya ke Dika.

Saban dini hari, Dika mengantarkan koran dengan meminjam mobil sang tante. Upah mengantar koran lumayan. Dalam dua minggu, ia mendapatkan bayaran 1.500 dollar AS. Tak sampai dua bulan, ia bisa bayar utang ke neneknya.

Hidup Dika juga banyak ditopang oleh belas kasih orang lain. Selama belum memiliki visa kerja, ia ditolong seorang warga China-Amerika. “Saya menggunakan ID dia selama bekerja,” ujarnya.
Singkat cerita, Dika mendaftarkan diri untuk mendapatkan visa pelajar. Ia ingin kuliah di universitas swasta di bidang manajemen bisnis. Tak disangka, ia diterima.

Sembari kuliah, Dika menambah jam kerjanya dengan menjadi penjaga toko, mulai dari pukul 16.00 sampai pukul 22.00. Ia tidur selama dua jam, lantas mulai pukukl 24.00 hingga pukul 06.00 mulai mengantar koran. Ia melanjutkan waktunya untuk kuliah mulai pukul 7.00 pagi sampai pukul 13.00 siang. “Saya melakukan rutinitas itu selama empat tahun,” ujar Dika.

Pada tahun 2003, ada kabar duka datang dari Indonesia. Ayahnya meninggal dunia karena sakit. Ibunya memanggil pulang Dika. Ia harus menggantikan sang ayah sebagai tulang punggung keluarga. Dengan berat hati, Dika meninggalkan bangku kuliah dan memulai usaha dari nol di Indonesia.

Usaha pertamanya adalah membangun creative design dan event organizer bersama seorang teman. Usaha itu sempat sukses dan berhasil membukukan omzet hingga Rp 2 miliar per tahun. Sayang, lantaran ada konflik internal, Dika memutuskan keluar.

Bermodal uang tabungan, bersama sang istri, Rany Fauziah Pospos, yang dinikahinya pada tahun 2005, Dika membangun usaha tandingan. Lewat bendera Andrafa Abiatama, ia mulai mendapatkan aneka proyek. “Pertama, saya dipercaya Panasonic menyediakan aneka merchandise dan produk printing,” kata Dika.

Dika juga menggarap dekorasi mal dan interior apartemen. Sejumlah apartemen di Jakarta pernah mendapat sentuhan desain Andika. Kini, ia tengah bernegosiasi membangun dekorasi panggung acara sirkus. “Nilainya mencapai Rp 700 juta karena panggungnya harus kuat dinaiki gajah,” kata Dika.

ANALISIS:

 

Dalam wacana di atas, dapat digambarkan secara sekilas mengenai kisah sukses seorang Andika Rama Lubis, yaitu: seorang pribadi yang sukses dengan tanpa merisaukan modal. Dengan kata lain, hanya bermodal nekat pria yang biasa dipanggil Dika ini memulai usahanya.

Dan, sebagai pribadi yang sukses, perjalanan hidupnya pun memberikan pelajaran yang sangat berharga. Bahwa betapa pun kuat keinginan yang ingin kita gapai tetap harus ada usaha yang kuat pula agar dapat meraih impian itu sendiri. Hal ini tercermin dari kisahnya selama menumpang hidup ketika memutuskan untuk tinggal di AS. Pengorbanan yang ia lakukan agar dapat bertahan hidup, yaitu dengan hanya tidur 2 jam saja yang selebihnya ia menggunakan waktunya untuk bekerja dan melanjutkan kuliah.

Yah, secara garis besarnya dari kisah yang tercurah di atas bahwa pengorbanan Dika adalah cerminan kerja keras yang membuatnya berhasil. Kisah from zero to hero ini, merupakan panutan bagi setiap orang yang ingin memulai bisnis dalam bidang apapun. Untuk itu, janganlah meragukan kemampuan yang ada meskipun di dalamnya banyak kekurangan. Karena orang yang hebat adalah orang yang mampu memanfaatkan kekurangan yang kemudian mengubahnya menjadi pacuan kuat untuk meraih sukses.

KESIMPULAN FAKTOR SUKSESNYA:

Dari kisah di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya:

  1. Dalam memulai usaha dalam bentuk apapun memang membutuhkan pertimbangan berupa skill (kemampuan) dan modal. Namun, selama ada kerja keras terutama dalam hal pemasaran baik itu pemasaran dalam hal produk dan jasa, maka akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari klien;
  2. Kesuksesan berawal dari sebuah kerja keras. Berarti harus menanamkan sifat bekerja keras sedari dini.
  3. Yang terakhir saya dapat simpulkan dari kisah sang loper koran, yaitu pentingnya membangun sebuah kepercayaan/trust dan perlunya membangun sebuah relasi.

SUMBER:

http://www.taukahkamu.com/2011/02/inilah-kisah-seorang-loper-koran-yang.html